Kamis, 06 Desember 2018

Resensi "Crystal Strairs"


Resensi Buku “ Crystal Strairs”
1.       Identitas Buku
Judul Buku          : Crystal Strairs
Penulis                 : Amaliah Black
Penerbit              : Grasindo
Terbit                    : November 2015
Tebal                     : 242 Halaman
ISBN                      : 978-602-375-268-3
2.       Sinopsis
Coba lihat tubuh itu.
Perhatikan segenap lekuk-lekuknya...
Kemudian helaian rambutnya yang tergerai.      
Juga sepasang matanya yang membuka lebar.
Dekati. Lalu, amati dengan jelas...
Aku seharusnya memanggil polisi untuk mengetahui sudah berapa lama tubuh itu tergeletak di sana. Dalam keadaan berdarah. Tanpa nyawa.
Aku seharusnya menelepon petugas keamanan untuk melaporkan pemandangan mengerikan yang tengah kusaksikan sekarang. Aku seharusnya bertindak lebih tegas.
Namun, aku hanya melangkah mundur. Melarikan diri dari seluruh kenyataan. Dan pada akhirnya aku tersadar... kini dunia berangsur-angsur menjadi sepetak penjara bagi kehidupanku. Tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi

3.        Kekurangan dan Kelebihan
Kekurangan : Sampul buku yang kurang mempresentasikan isi cerita dan terdapat beberapa kata yang sulit diemngerti.
Kelebihan : Sampul buku yang menarik dan pemilihan kata yang mudah dimengerti serta alur cerita yang sulit ditebak sehingga penasaran untuk membacanya kembali.
4.       Unsur Instrinsik Dan Ekstrinsik
a.       Unsur Intrinsik
-  Tokoh
· Kim Ha-na ( “Siapa namamu?” “Kim Ha-na.”) Hal.5 P.2
· Petugas itu (Petugas itu langsung terkekeh. Sepasang matanya diam-diam…) Hal.6 P.1
· Choi Min-Jae (“ya, Choi Min-Jae! Kau sudah bangundari tidurmu?”…) Hal.7 P.6
· Lee Su-Bin (Lee Su-Bin mengerutkan kening. Ia kontan menyangsikan) Hal.8 P.9
· Kang Dae-Yun (…”Perkenalkan, ini Kang Dae-Yun. Pemeran utama dalam pertujukan ini.”) Hal.16 P.4
· Yoon Min-Jun (“ Dan ini… Yoon Mi-Jun. Komposer sekaligus konduktor orkestra…) Hal.17 P.1
· Sae-Woon (… Anda dimohon untuk bergabung juga sekarang,” ujar Penjaga Dapur Sae-Woon)
· Hae-Won (“Tidak usah berpura-pura,” timpal Hae-Won si peniup oboe…) Hal.80 P.4
· Produse Goo (Produser Goo ternyata mendapat giliran pertama. ) Hal.99 P.5
· Geun-Woo (Geun-Woo segera merampas kerta yang di genggam Chin-Hae.) Hal.184 P.4
· Jung Chin-Hae (…”Baiklah, baiklah. Kita kenalan dulu saja. Saya Jung Chin-Hae, 27 tahu.”) Hal.105 P.2
· Jang Seung-Hoon (Sore menjelang. Jang Seung-Hoon yang selama tiga jam berturut-turut…) Hal.107 P.4

-  Penokohan
· Choi Min-Jae ( Dan Min-Jae… walaupun menyebalkan, Ha-Na berkali-kali mengakui bahwa kualitas acting Min-Jae tidaklah buruk.) Hal.27 P.4
· Lee Su-Bin (…“Baiklah, Nyonya Perfeksionis. Bisa kita ulangi lagi?”) Hal.26 P.8 (Akhirnya kebiasaan seorang sutradara bermulut besar keluar juga pada diri Su-Bin.) Hal.27 P.1
· Kang Dae-Yun (Dae-Yun dengan rambutnya yang berwarna kecoklatan dan digelung hingga ke ubun-ubun tampak sangat cantik dan menawan) Hal.27 P.4 (Sikap Dae-Yun yang terbuka secara tidak langsung membuat Min-Jae lupa kalau Ha-Na belum juga kembali) Hal.43 P.2
·  Kim Ha-Na (“Anak itu keras kepala. Dia bilang ada urusan lain…”) Hal.62 P.1
· Produse Goo (…bahwa pria itu memiliki kemampuan mengendalikan emosi yang baik.) Hal.99 P.5
· Yoon Mi-Jun (Psikiater itu mengatakan secara sadar Yoon Mi-Jun memiliki dua peran yang berkebalikan.) Hal.236 P.3

-  Latar Tempat
· Seocho (…Mengiringi langkahnya di sepanjang  bilangan Seocho yang padat) Hal.5 P.1
· Dongdaemun (… Jalanan di sekitar Dongdaemun ramai, dan tidak perlu khawatir…) Hal.17 P.5
·  Ruang Pantry (… Choi Min-Jae memilih untuk duduk-duduk di ruang  pantry...) Hal.23 P.4
· Seoul (Kedua mobil itu meluncur beriringan. Membelah keramaian Seoul dengan penuh sukacita.) hal.36 P.7
· Dalam Mobil (…Kang Dae-Yun pun mencoba membiasakan diri di tengah-tengah serangan anak muda yang berjoget di dalam mobil secara membabi-buta.) Hal.36 P.7
· Room Karaoke (…Ha-Na yang baru saja keluar dari toilet dan hendak kembali ke room karaoke)Hal.37 P.1
· Toilet (…Ha-Na yang baru saja keluar dari toilet dan hendak kembali ke room karaoke)Hal.37 P.1
· Ruang Ganti (Yoon Mi-Jun berjalan mondar-mandir sambil menggumamkan sesuatu di dalam ruang ganti.) hal.46 P.1
· Tepi Trotoar (… ia harus tersungkur ke balik pepohonan perdu yang ditanam di sepanjang tepi trotoar.) Hal.50 P.3
· Kamar Apartemen (…di dalam kamar apartemen yang hanya diisi satu ranjang…) Hal.54 P.1
· Kedai Red Mango (Kedai Red Mango, yang berdekatan dengan Myeongdong…) Hal.55 P.7
· Hanok Maeul (“Kenapa aku diajak ke Hanok Maeul?”) Hal.64 P.5
· Jeonju (“Apa kau pernah dating kesini?” Dae-Yun mengulangi. Choi Min-Jae mencoba mengingat-ingat. “Ke Jeonju? Yaaa~…) Hal.66 P.1
· Gangdong (Sebuah Hyundai putih berhenti di depan salah satu gedung pencakar langit di kawasan Gangdong.) Hal.76 P.4
· Pojangmachas – Namdaemun (Perjalan menuju barisan pojangmachas di sekitar Namdaemun memakan waktu kurang lebih lima belas menit.) Hal.84 P.3
· Opera House (“semua orang sedang berkumpul di Opera House.”) Hal.98 P.4
· Ruang Pemeriksaan (…tampak melangkah membututi seorang petugas polisi menuju ruang pemeriksaan.) Hal.99 P.4
· Myundong (…Keduanya memutuskan untuk makan siang bersama di restoran sekitar Myundong…) Hal.119 P.4
· Rumah Sakit (Lee Su-Bin duduk di tepi rumah sakit…) Hal.187 P.3
-  Latar Suasana
·  Sukacita (Kedua mobil itu meluncur beriringan. Membelah keramaian Seoul dengan penuh sukacita.) hal.36 P.7
· Senang (“Mari kita Bersenang-senang!”) Hal.36 P.7
· Gelisah (…Gurat gelisah yang membayang di wajah Min-Jae mendorong petugas itu untuk lekas bertanya..) Hal.72 P.2
· Sedih (Kang Dae-Yun lalu mengulas senyum getir. Dengan begini, tanpa diungkapkan pun ia sudah bias mengetahuinya dengan jelas. Air mata yang telah menggenang di pelupuknya masih ia tahan…) Hal.88 P.2
· Marah (“Apa kau tidak punya mulut?” Min-Jae mendadak tak mampu membendung kemarahannya.) Hal.90 P.2
· Ketakutan (Kim Ha-Na kini duduk sambil memeluk kedua lututnya. Ia mengigil. Dipojokan kamar apartemen, gadis itu duduk mengukung seperti kangguru yang kedinginan. Seluruh aliran di wajahnya seperti tersedot habis. Sesekali ia menggeleng, lalu mengigiti kukunya seraya menggumamkan sesuatu.) Hal.95 P.2
· Panik (Ia tidak bisa bergerak. Terbelenggu rasa terkejut dan panik yang bercampur.) Hal.96 P.7

-  Latar Waktu
· Sore (…atau sekedar berselancar di pantai ketika sore menjelang) Hal.7 P.2
· Pukul Setengah Sembilan (…Dan sekarang di kamarku masih menunjukkan pukul setengah sembilan.”) Hal.8 P.2
· Pagi (Pagi itu, seluruh orang terperangah ketika Min-Jae melangkah masukdengan wajah muram.) Hal.22 P.1
· Malam (Lee Su-Bin sebagai dedengkot acara malam itu langsung menyewa ruang tipe vvip…) Hal.36 P.8
· Setengah Lima Sore (Jam sudah menunjukkan pukul setengah lima sore. Kim Ha-Na sebenarnya tidak ingin…) Hal.49 P.1
· Lima Belas Menit ( Sudah hampir lima belas menit Kim Ha-Na berdiri dibelakang pilar gedung.) Hal.49 P.4
-  Alur
· Maju
Sudah nyaris lima jam rombongan Su-Bin menghabiskan waktu dengan berteriak-teriak, berjingkrak sambil memekik ala rocker sungguhan, sesekali melakukan handbag dengan buas. (Hal.43 P.4)
“Malam sudah hamper larut. Besok kita masih harus berlatih pagi-pagi sekali”. (Hal.43 P.9)
· Mundur
Masih segar dalam ingatan. Semester pertama baru dimulai, dan kala itu Choi Min-Jae yang masih berusia lima belas tahun sedang  menduduki salah satu bangku yang kosong di kelas Sepuluh-A. (Hal.10 P.2)

-  Sudut Pandang
Sudut pandang pengarang dalam novel “Crystal Strais” menggunakan sudut pandang dimana pengarang sebagai orang ketiga serba tahu yaitu dengan menggunakan kata “Dia, Ia dan Nama Orang”. Misalnya Kim Ha-Na, Choi Min-Jae, Kang Dae-Yun, Lee Su-Bin, dll. Seperti dalam kutipan:
“Kim Ha-Na kini duduk sambil memeluk kedua lututnya. Ia mengigil. Dipojokan kamar apartemen, gadis itu duduk mengukung seperti kangguru yang kedinginan. Seluruh aliran di wajahnya seperti tersedot habis. Sesekali ia menggeleng, lalu mengigiti kukunya seraya menggumamkan sesuatu.”  Hal.93 P.2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar